fbpx

Inovasi Teknologi Karya Putra Indonesia


Tanggal 1 November diperingati sebagai Hari Inovasi Indonesia (HII). Inilah sebuah hari yang mengingatkan individu, pelaku bisnis dan perusahaan di Indonesia untuk menciptakan budaya inovatif, untuk terciptanya produk dan layanan inovatif untuk kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Berikut ini adalah beberapa karya inovasi dalam bidang teknologi yang diciptakan oleh putra-putra Indonesia.

Sepeda Motor Listrik

Pencemaran udara di Indonesia semakin hari semakin parah. Salah satu penyebabnya adalah karena jumlah sepeda motor yang sangat banyak. Hal itulah yang mendasari para mahasiswa Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya menciptakan sebuah sepeda motor dengan tenaga listrik. Diberi nama Gesits, sepeda motor ini menggunakan baterai yang apabila diisi penuh mampu digunakan untuk perjalanan sejauh 80 bahkan 100 kilometer. Ketika baterai habis, hanya butuh waktu 4 jam saja untuk pengisian ulang sampai penuh kembali. Pada 2015, prototipe sepeda motor ini diikutsertakan dalam pameran otomotif IIMS kala itu. Kini Motor Gesits sudah dikelola dan diproduksi PT. WIKON.

Lampu Abadi

Bagaimana kalau Sobat Bagus punya lampu yang hemat listrik dan tidak akan padam? Tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), mampu menciptakan lampu hemat energi dengan memanfaatkan bakteri dari cumi-cumi. Lampu tersebut dinamakan Biolie dan mampu menghasilkan 10.68 watt yang bisa menerangi ruangan hingga 68 meter. Daya terang lampu bahkan bisa ditambah dengan memperbanyak bakteri di dalamnya. Lampu Biolie ini disebut ramah lingkungan karena cahaya yang dihasilkan tidak menimbulkan panas. Penggunaannya bisa dengan cara ditaruh di dinding atau di meja. Lebih ekonomis juga karena bisa digunakan seumur hidup.

Tempat Sampah Pintar

Masyarakat Indonesia masih kurang memiliki kesadaran untuk tertib memilah sampah karena itu dibutuhkan suatu inovasi yang memudahkan penduduknya untuk memilah sampah secara mudah dan cepat. Seorang mahasiswa S1 Entrepreneurial Energy Engineering Prasetiya Mulya kemudian menggagas Smart Trash Can yaitu tong sampah itu memiliki teknologi sensor yang bisa mengelompokkan jenis sampah, sehingga mulut tong akan terbuka sesuai klasifikasi sampah, misalnya sampah rumah tangga, metal, sampah plastik, bahkan sampah kaca. Prototipe Smart Trash Can ini sudah dipamerkan dalam acara di dalam dan di luar negeri. Bahkan berhasil meraih medali emas untuk kategori green technology pada ajang Exhibition for Young Inventors tahun 2017 di Jepang.

Polisi Tidur Untuk Pembangkit Listrik

Jumlah kendaraan bermotor semakin bertambah setiap harinya. Jutaan energi gerak di jalan raya mempunyai potensi untuk dimanfaatkan. Peluang tersebut digunakan oleh mahasiswa Teknik Elektro dari Universitas Brawijaya untuk membuat POTRET, yang merupakan singkatan dari Polisi Tidur Untuk Pembangkit Listrik. Alat POTRET dasarnya memanfaatkan perubahan energi potensial pegas yang diletakkan di bawah polisi tidur. Tekanan kendaraan yang melintas kemudian diubah menjadi energi kinetik yang nantinya memutar rotor dari generator DC. Nantinya, rangkaian tersebut dikolektifkan dengan ACCU. Dengan begitu, akan timbul aliran arus listrik yang perlahan-lahan mengisi tegangan pada ACCU. Lalu, aliran yang sudah tersimpan pada ACCU akan dimanfaatkan sebagai aliran listrik yang menerangi penerangan jalan saat malam hari atau keperluan lainnya

Kulkas Tanpa Listrik

Kalau inovasi-inovasi teknologi sebelumnya diciptakan oleh para mahasiswa, inovasi berikut ini diciptakan oleh dua orang anak yang pada saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar. Alat buatan mereka adalah sebuah alat pendingin tanpa listrik. Bahan yang digunakan cukup sederhana, yaitu kotak styrofoam, air dingin, dan pasir. Cara menggunakannya pun mudah. Tempatkan bahan yang akan didinginkan ke dalam sebuah wadah kaleng. Kemudian letakkan di styrofoam. Lalu, isi kotak styrofoam dengan pasir dan air dingin. Pada awalnya dua siswa SD ini mencari-cari di internet tentang penyimpanan buah dan sayur tanpa harus menggunakan lemari es listrik. Dari hasil pencarian tersebut itu ditemukan kalau pasir ternyata bisa menjaga suhu tetap stabil dalam waktu lama. Pengetahuan inilah yang kemudian mereka kembangkan untuk membuat kulkas tanpa freon. Inovasi para putra Indonesia ini berhasil mendapatkan medali perunggu di ajang World Creativity Festival 2015 yang diselenggarakan di Korea Advanced Institut and Technology (KAIST) di Daejon, Korea Selatan.

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh dana cepat hanya modal BPKB kendaraan anda? Langsung aja klik tombol dibawah ini!